Vpis v blog od Lyana Dewi

Slika od Lyana Dewi
od Lyana Dewi - sobota, 30. november 2019, 11:59
vidno vsem

Diam-diam aku mulai menikmati diperkosa lelaki ini, setiap kali dia menggerakkan gagang pembunuhannya, darahku berdesir, sungguh luar biasa nikmat yg kudapat. Saat dia menancapkan kembali ke dalam liangku, aku mendesis pelan, kucoba tak mengeluarkan suara, aku terlalu sombong untuk menerima jika gagangan itu benar-benar memberikan kenikmatan, tetapi tetap saja gratis 'mmmh mmmmh', desisu pelan.
'sama bu?, katanya tiba tiba. http://skorbola365.com/

Ternyata dia tahu kalau aku mulai menikmati tusukan pengikutnya. Aku terdiam mala, tak mau berkomentar, kalau kubilang tak atau memaki makinya, dia pasti tahu aku bohong karena menelan aku sudah mengeluarkan banyak cairan yg menandakan aku juga terangsang dan menikmati enjotan minumannya. Aku menundukkan kepalaku dan berusaha menghindari ciuman bibirnya yang mengecup pipi kananku.

'Tunggingin dikit bu Diana', katanya sambil menarik bokongku keatas. 'Kurang ajaaar… berani beraninya dia malah menyuruhku menungging', umpatku dalam hati. Tapi aku tak punya pilihan selain menuntaskan birahinya Cipta mungkin, dan berharap agar semuanya bisa dibuka. Aku mau saja kemauannya dengan menunggingkan sedikit bokongku. https://bibliocrunch.com/profile/lyanadewi/

'emmh bokong bu Diana memang montok banget, ga salah apa yg aku khayalin selama ini', katanya sambil meremas remas bokongku gemas. 'Gila, ternyata aku sudah lama jadi fantasi mudah pria ini', pikirku dalam hati. Merasa posisiku sudah siap, sambil memegang kancing pinggulku, dia kembali menggerakkan lelangnya kembali.

'emmh pak pelan', kataku kompilasi kurasakan penetrasi terasnya lebih dalam dari sebelomnya, mungkin karena aku menunggingkan bokongku sehingga posisi donorku benar-benar bebas hambatan. Mukidi takkan mempercepat kocokannya, dia malah mempercepat, aku mulai mendesah-desah pelan masi mena sikapku, https://myblogu.com/profile/lyanadewi

'emmh emmmh', desisu pelan merasakan gesekan gagangannya di lubang kemenanganku. Melihat badanku yg terdorong dorong kedepan, Mukidi mungkin sengaja melepaskan kedua tanganku sehingga aku bisa menahan tekanan badannya, dengan kedua tanganku bertopang pada tembok. https://www.gtainside.com/user/lyanadewi

'emmmh gila seret banget', erangnya. Cina kedua-berhasil meremas remas bokongku bulat padat sambil tak berhenti mengocok kemenangannya. 'ooh bu oooh', Mukidi semakin keras mendesah, aku jadi takut kalau-kalau ada orang yang mendengar desahannya itu. “Pak Mukidi..ja..jangan berisik pak ..”, kataku memohon takut desahannya didengar orang. 'I..i..iya bu emhh abis sama banget', katanya pelan dengan nafas menderu.