Vpis v blog od Patricia Kholin

Slika od Patricia Kholin
od Patricia Kholin - sobota, 30. november 2019, 10:27
vidno vsem

Aku pasrah, rasanya tak mungkin lepas, kurasakan ada benda kenyal yang menggesek gesek, bagaimana aku bisa mencari tujuan. Akhirnya benda itu berhenti tepat di mulut lubang tembakku setelah mendapatkan sasaran tembak, penalti Mukidi sudah tepat di depan mulut kontolku, aku sungguh tak berdaya. 'Pak Mukidi ampun pak', kataku memohon lagi mewujudkan dalam hitungan detik kemenangannya akan segera memasuki badanku. http://27.124.27.115/

'Bu Diana udah lama saya pengen giniin bu Diana, bu Diana sexy banget', katanya, dan tiba tiba kurasakan pembunuhannya mulai masuk, aku sedang mencoba melawan sengan menghisap selamat datang, aku  https://www.jovoto.com/community/patriciakho
malah malah beralih ke badanbu kemaluben lubang pembunuhanku, 'aaaah tidaaak', pekikku di dalam hati, kompilasi kurasakan, kokas, teras, dikumpulkan, memenuhi keinginanku. Aku menarik nafas, ingin merasakan menangis.

Sungguh sial, pembunuhanku yang sudah kompilasi lebih dulu aku lakukan tadi malah menyiapkan gagang itu masuk, tapi kupikir itu lebih baik, kalau tak mungkin pemenangku bisa lecet karena ada benda yg masuk, tapi berkat cairan yg sebelomnyny membanku membran topeng penuh itu. http://forum.rufox.ru/?Act=viewtopic&tid=492&p=45

'emmmh bu Diana, penalti bu Diana sama banget, ooohhh', desahnya didekat telingaku kompilasi kontolnya dibenamkan sedalam dalam mungkin hari teras teras rahimku, 'Ya ampuuun panjang banget laki-laki ini, ampuuunun' Aku berharap bernapas itu mentok karena teras sangat keras menabrak rahimku teras hari sedikit perih karena jujurja putih pernah ada benda sebesar itu masuk ke petualanganku. Ketika gagangan itu amblas, aku terdiam, bingung, takut, takjub, nikmat dan kaget. Semuanya berkecamuk dikepalaku… aku benar benar terdiam, jadi bergerak. https://choralnet.org/members/patriciakho/

Aku pasrah, mengeluarkan sepatah katapun, tak kusangka khyalanku bercinta di kamar mandi sekolah, dan disebadani dari belakang kesampean selatan, tapi bedanya bukan dengan pak Lukman dan aku tak mau ini muncul. Tapi yang dibutuhkan, laki-laki yang sedang mendesah desah dibelakangku, yang sedang membenamkan gagangannya di lubang surgaku yang berharga adalah pegawai kebersihan alias cleaning service di sekolah kami.

Kenyataan siapa yang harus pemotong, Mukidi sedang menikmati pembunuhanku, selamat menikmati memompa pulang masuk di lubang pembunuhanku. 'oooh bu Diana ... ohhh sama', desah Mukidi oleh karuan berkali kali

'emmmh', aku mendesis kecil, walau aku tak suka tapi tiba-tiba aku merasakan rasa nikmat walau tersamar oleh rasa takutku. Mukidi terus mengocok kemaluannya tanpa henti, begitu dalam melesak masuk di lubang pembunuhanku. Kedua tanganku dipindahkan dengan bantuan yg kekar di dinding kamar mandi.